Definisi Invoice dan Perbedaan Invoice dengan Kwitansi

Biasanya, setelah melakukan pembelian para pembeli langsung membuang bukti pembeliannya. Apalagi jika tagihan kreditnya sudah dibayarkan semua. Padahal, tagihan tersebut dapat menjadi bukti atas transaksi yang telah dilakukan.

Sumber: https://wordpress.org/plugins/woocommerce-pdf-invoices-packing-slips/

Kesalahan lain yang dilakukan oleh pembeli adalah tidak memperhatikan dokumen yang diterima setelah transaksi. Mereka menganggap semua sama, yaitu bukti pembelian yang dinyatakan dalam jumlah uang yang harus dibayarkan. Padahal, tidak semua dokumen tersebut sama, semua berbeda tergantung pada penggunaannya.

Di artikel kali ini akan membahas mengenai dokumen yang dapat digunakan sebagai bukti tagihan, yaitu invoice dan kwitansi. Keduanya sekilas terlihat sama, namun tentu berbed, terlebih pada penggunaannya. Lalu, apa itu invoice dan apa bedanya dengan kwitansi? Invoice adalah akan dibahas di sub bab di bawah ini.

Definisi Invoice adalah

Definisi invoice adalah dokumen yang berisi jumlah dan biaya produk berupa barang atau jasa yang dijual oleh perusahaan. Dokumen ini berisikan produk serta jumlah yang harus dibayar oleh pembeli sesuai dengan kesepakatan yang tertera di purchase order.

Secara umum, masyarakat menyebut invoice adalah faktur. Di dalam Kamus Besar Bahas Indonesia, faktur atau invoice adalah daftar barang kiriman yang dilengkapi dengan keterangan nama produk yang dibeli, jumlah, serta harga yang harus dibayarkan oleh pembeli.

Transaksi yang perlu diberi invoice adalah transaksi kredit. Dimana invoice adalah dokumen yang dibuat menjadi tiga rangkap. Dokumen asli disimpan oleh perusahaan sebagai arsip, rangkap pertama diberikan kepada bagian penjualan, rangkap kedua diberikan kepada bagian keuangan, serta rangkap ketiga diberikan kepada pembeli.

Fungsi dari Invoice adalah

Fungsi utama dari invoice adalah bukti penagihan kepada pembeli atas suatu transaksi ketika sudah jatuh waktu tempo pembayaran. Fungsi lain dari invoice adalah untuk menyimpan catatan penjualan, karena di dalam invoice terdapat informasi penting seperti identitas penjual dan pembeli, daftar produk atau jasa yang dibeli, serta jumlah pembayaran dan waktu jatuh tempo pembayaran.

Invoice adalah dokumen yang sah untuk melakukan penagihan. Penjual dapat melakukan penagihan kepada pembeli ketika pembeli belum membayar saat tempo pembayaran tiba. Bahkan, pihak penjual dilindungi oleh hukum ketika melakukan penagihan.

Tidak hanya itu, bagi pihak perusahaan, invoice adalah alat untuk menganalisis bisnis. Perusahaan atau penjual dapat melihat pola pembelian yang disukai oleh pelanggan, serta produk apa saja yang banyak dibeli oleh pelanggan.

Fungsi lain dari invoice adalah sebagai rujukan untuk pembukuan bagian keuangan. Dengan demikian, arus keuangan perusahaan dapat berjalan secara efektif.

Perbedaan Kwitansi dan Invoice adalah

Sumber: https://templates.office.com/en-us/sales-receipt-with-logo-tm78101481

Invoice dan kwitansi adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat perjanjian jual beli yang telah terjadi. Meski terlihat sama, keduanya memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda.

Selain definisi invoice yang sudah dijelaskan sebelumnya, hal yang paling membedakan antara invoice dan kwitansi adalah waktu penyerahannya. Invoice diberikan penjual atau perusahaan kepada pembeli sebelum terjadi proses pembayaran. Perusahaan membiarkan pembeli menikmati produk atau layanan terlebih dahulu baru kemudian membayar sesuai tagihan yang diberikan.

Sementara kwitansi diberikan setelah pembayaran atas suatu transaksi diselesaikan. Dengan demikian, pembeli dapat menikmati produk atau layanan setelah dibayar dan dapat digunakan puas tanpa campur tangan lagi dengan penjual.

Oleh karena keduanya berbeda, sebagai pelaku bisnis baik penjual maupun pembeli, harus benar – benar memahami fungsi dari invoice dan kwitansi ini.

Leave a Comment